Di
sini Anda bisa lebih santai. Soalnya kedai dilengkapi dengan kursi dan
meja. Jadi tak perlu repot memegang piring saat bersantap. Kedainya
punnyaman dan bersih dengan pelayanan yang lumayan cepat. Ada sekitar 30
kursi yang bisa ditempati.
Komposisinya
masih berisi lontong, tahu, danlento denagn siraman taoge berkuah manis
plus kecap. Tak semanis Lontong Balap di Kranggan. Porsinya pun sedang
saja. Lauknya juga berupa Sate Kerang yang manis pedas. Namun Sate
Kerang di sini disajikan diikat berisi 10 tusuk. Jadi tak bisa satuan.
Tersedia sambal petis untuk penyuka pedas. Di sini Lontong Balap dijual
Rp 6 ribu per porsi. Sementara Sate Kerangnya Rp 5 ribu berisi 10 tusuk.
Taogenya masih renyah dan tahan lama. Untuk itu digunakan grajen atau
serbuk kayu untuk memanaskan kuah taoge. "Jadi panasnya tidak
menyebabkan taoge jadi layu," jelas Miranto (32), pengelola kedai ini.
Kedai
yang dirintis sejak tahun 1956 ini buka setiap hari sejak pukul 6 pagi
hingga 4 sore. Terkadang, pukul 2 pun hidangan sudah ludes. Padahal
Miranto menyiapkan tak kurang dari 50 kilogram taoge setiap harinya.
Taoge panjang ini khusus di datangkan dari Gresik dan Mojokerto.
Untuk
minumnya, tersedia Es Sinom yang segar terbuat dari kunyit. Ada juga Es
Beras Kencur dan Es Daun Sirih yang tak kalah segar. Lokasinya di Jl.
Krembangan Timur 32A, depan SPBU Rajawali. Selain itu terdapat di Jl.
Mayjen Sungkono, Jl. Dupa, Jl. Urip Sumohardjo dan Jembatan Merah II.
Lontong Balap Sumbawa Pojok
Persimpangan Jl. Gubeng dan Jl. Sumbawa (depan Bank BNI)
Persimpangan Jl. Gubeng dan Jl. Sumbawa (depan Bank BNI)
Inilah
salah satu kedai Lontong Balap yang tak kalah kondang. Lokasinya tepat
di persimpangan Jl. Gubeng dan Jl. Sumbawa. Persis di depan Bank BNI
Gubeng. Maka, tak jarang pula disebut Lontong Balap BNI. Meskipun lebih
sederhana ketimbang Rajawali, kedai ini juga menyediakan meja dan kursi
bagi pelanggannya. Harganya pun lebih bersahabat. Cukup Rp 4 ribu
seporsi.
Komposisinya
masih sama, namun sedikit berbeda penyajiannya. Rasa kuah taogenya
gurih asin. Tak ada rasa manis. Rupanya memang kuah ini dibuat gurih
asin. "Yang suka manis tinggal tambahkan sendiri kecapnya sesuai
selera," jelas Ali (45), pengelola kedai.
Lauk
pelengkapnya juga Sate Kerang. Namun sate disajikan terpisah dipiring
lain dengan tambahan sambal dan kecap. Sambalnya berbeda dengan kedai
umumnya yang mengandalkan petis. Rasanya pedas agak asam mirip sambal
tomat. "Sambal ini dibuat dari bahan khusus plus campuran tepung
singkong," imbuh Ali.
Dalam
sehari, kedai ini membutuhkan 60-70 kilogram taoge per hari. Bukan
main. Taogenya pun khusus kualitas super dan bersih dari kulit hijaunya.
Kedai sederhana ini buka setiap hari sejak pukul 07.30-17.00. Namun
khusus hari Sabtu dan Minggu, kedai jauh lebih laris. "Biasanya jam 3
sore dagangan kami sudah habis," imbuh Ali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar